Vaksin Polio Pada Anak

Saat yang paling membahagiakan bagi setiap pasangan adalah ketika buah hati lahir dengan selamat dan sehat. Selanjutnya, agar bayi dapat tumbuh berkembang dengan baik, dibutuhkan perawatan yang khusus dari orang tua. Diantaranya, memberikan nutrisi yang baik serta menjamin kesehatannya.

Bunda, agar bayi sehat dan terbebas dari penyakit, diperlukan beberapa vaksin atau imunisasi untuk melindunginya. Salah satunya dengan pemberian vaksin polio. Vaksin polio merupakan salah satu vaksinasi wajib yang direkomendasikan oleh WHO.

Pemberian vaksin polio diharapkan dapat mencegah infeksi virus polio sebagi penyebab kelumpuhan. Vaksin ini diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. Kemudian diteruskan dengan vaksinasi dasar mulai 2-3 bulan dengan interval waktu 6-8 minggu. Waktu pemberian vaksin polio, biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin DPT karena jadwal pemberian vaksin yang bersamaan.

Pada saat anak mendapatkan imunisasi polio, tinja anak akan mengandung virus polio selama 6 minggu setelah pemberian vaksin. Oleh karena itu, bayi harus dijaga kebersihannya. Contohnya, setelah mengganti popok bayi, bunda harus mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh buah hati.

Vaksin polio itu sendiri terbagi menjadi dua jenis. :

  • Vaksin Polio Oral (OPV) merupakan vaksin tri-valen berbentuk  cairan berwarna kuning kemerahan yang dikemas dalam vial gelas dan mengandung suspense dari tipe 1, 2, dan 3 virus polio hidup (strain sabin) yang telah dilemahkan. Vaksin polio oral ini adalah suspense untuk diteteskan melalui droper (secara oral).
  • Vaksin polio inactivated, yang berarti vaksin ini berisi virus polio yang sudah tidak aktif. Vaksin ini diberikan melalui suntikan. Diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan.

Lalu bagaimana dengan efek samping dari vaksin polio ini? Bunda, pemberian vaksin polio ini, pada umumnya tidak terdapat efek samping. Mungkin untuk sebagian kecil, anak akan mengalami gejala pusing, diare ringan atau nyeri otot setelah mendapatkan vaksin.

Diperkirakan terdapat 1 kasus polio yang berkaitan dengan pemberian vaksin polio terjadi pada setiap 2,5 juta dosis OPV yang diberikan. Hal ini dapat dijadikan landasan untuk tidak mengadakan perubahan terhadap kebijakan pemberian vaksin polio. Karena vaksin ini terbukti sangat berguna bagi kesehatan anak.

Dalam kondisi tertentu, vaksin polio tidak dapat diberikan pada anak. Kondisi apa saja yang dimaksud? Bunda, anak kita tidak boleh diberikan vaksin ketika :

  • Anak sedang mengalami demam tinggi diatas 38.5 derajat celcius
  • Anak sedang mendapat pengobatan yang menurunkan kekebalan tubuh
  • Anak menderita kanker atau penyakit hipogamaglobulin
  • Anak sedang mengalami diare atau muntah-muntah
  • Anak yang memiliki riwayat alergi neomisin, polimiksin dan streptomisin

Mengingat kegunaan vaksin ini untuk kesehatan anak, bunda diharapkan tidak melewatkan pemberian vaksin polio untuk ananda tercinta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *