Tips Merawat Bayi Baru Lahir

Anak adalah anugerah terindah dalam hidup, karena itu tak heran jika semua ibu pasti merasa bahagia ketika mendapatkan anugerah sesosok bayi mungil nan sehat. Bayi baru lahir membutuhkan perlakuan khusus dan perhatian yang lebih. Bagi ibu baru, merawat bayi baru lahir tentulah bukan hal mudah, apalagi ketika mendapati tali pusatnya masih belum terlepas.

Bingung dan takut salah itu wajar, karena semua ibu pasti tidak ingin terjadi hal buruk pada bayinya. Nah, agar merawat bayi baru lahir jadi mudah, simak tips-tips berikut ini :

1. Merawat tali pusat

Tali pusat yang menempel pada perut bayi seringkali menjadi alasan para ibu ralph lauren pas cher untuk tidak berani merawat bayinya. Sebenarnya, ketakutan tersebut bukanlah alasan, karena seorang ibu tetap harus memiliki keberanian untuk merawat sendiri buah hatinya. Tali pusat akan lepas dengan sendirinya dalam beberapa hari kemudian (tidak tentu, karena ada yang cepat adapula yang lama). Tali pusat harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan infeksi. simak caranya berikut ini :

  • Pastikan area tali pusat selalu berada dalam kondisi kering dan bersih
  • Jangan bubuhkan bedak pada tali pusat, dan hindarkan dari kotoran atau air kencing bayi.
  • Setelah mandi, Anda bisa keringkan tali pusat dnegan handuk, lalu bersihkan menggunakan kapas yang dicelup alcohol 70% dari ujung hingga pangkalnya. Kemudian bungkus tali pusat menggunakan kasa bersih yang sudah diberi cairan alcohol 70%
  • Pastikan tali pusat dalam kondisi baik, jika ada masalah (iritasi/bau/bernanah) segera hubungi dokter anak Anda.

2.  Berikan ASI untuk bayi Anda

ASI merupakan makanan pertama terbaik dan cocok untuk bayi, karena memiliki kandungan gizi yang dapat diserap sempurna oleh bayi baru lahir. Segera berikan ASI kepada bayi Anda seusai proses persalinan, karena colostrum sangat baik dan yeezy pas cher penting untuk bayi baru lahir. Lanjutkan  proses menyusui tanpa tambahan apapun selama enam bulan pertama kehidupannya.

3. Buatlah bayi Anda senyaman mungkin

Suasana nyaman akan membuat bayi tenang dan bahagia. Pastikan ibu menempatkan bayi di ruangan yang tepat artinya tidak panas atau terlalu dingin. Untuk pakaian, biasanya orang tua jaman dulu sering memakaikan gurita pada bayi. Sebaiknya Anda tidak mengikutinya, karena penggunaan gurita dapat mengganggu pernafasan. Jikapun Anda ingin memakaikannya, usahakan tidak terlalu kencang mengikatkan talinya. Untuk bedong bayi, Anda boleh menggunakannya pada saat cuaca dingin, namun tidak boleh terlalu kencang agar bayi tetap leluasa bergerak.

4. Gunakan popok dan pakaian yang nyaman untuk bayi

Kulit bayi baru lahir sangat halus dan lembut, namun lebih rentan iritasi dan infeksi, karena itu harus dijaga kebersihannya. Gunakan pakaian bayi yang lembut dan dapat menyerap keringat. Demikian juga dengan pokok, pastikan untuk terus memantaunya karena kulit bayi rentan ruam popok. Segera bersihkan dan keringkan kulit bayi setelah bayi BAK/BAB, kemudian baru dech ibu bisa mengganti dengan popok baru.

5. Penggunaan bedak bayi

Bedak tabur seringkali menjadi alternative untuk menjaga kulit bayi tetap halus dan harum. Padahal penggunaan bedak bayi dapat menimbulkan risiko mengganggu pernafasan bayi.  Sebenarnya, penggunaan bedak untuk bayi tidak direkomendasikan, namun jika Anda tetap ingin memakaikannya, usahakan menggunakan spon dan mengusapkan tipis-tipis di daerah lipatan kulit paha, leher, ketiak, dan lutut. Tapi harus waspada ya Bunda, jangan sampai menaburkan bedak pada pantat atau alat kelamin bayi.

6. Jangan lupa periksakan bayi Anda ke dokter yaa!

Biasanya tiga hari setelah pulang dari Rumah Sakit, Dokter akan meminta Anda kembali ke Rumah Sakit untuk memastikan bayi Anda dalam kondisi sehat dan baik. Selain itu, dokter juga akan memberikan jadwal imunisasi/vaksinasi yang harus diberikan pada bayi Anda. Jadi, pastikan bayi Anda mendapatkan imunisasi dan vaksinasi sesuai jadwal yang diberikan dokter Anda.

 

Pentingnya Vaksin Pada Bayi

Imunisasi, Apakah itu?

Apakah bayi Anda sudah di-imunisasi? Imunisasi merupakan proses pemberian vaksin (bakteri atau virus yang sudah dilemahkan) ke dalam tubuh bayi melalui suntikan. Imunisasi bertujuan untuk merangsang tubuh bayi dalam membentuk sistem kekebalan sehingga ketika ada bibit penyakit yang mencoba menyerang, maka secara otomatis akan diserang oleh tubuh. Itulah mengapa imunisasi sangat penting dan wajib diberikan pada bayi agar selalu terhindar dari serangan penyakit.

Isu Miring Tentang Imunisasi

Ada beberapa isu miring tentang imunisasi yang membuat beberapa ibu merasa takut dan ragu untuk memberikan imunisasi pada bayinya, misalnya : vaksin terbuat dari babi, janin bayi, dan racun yang dapat membahayakan bayi atau menyebabkan kematian. Namun apakah hanya karena isu yang tidak terbukti kebenarannya tersebut, ibu rela membebankan risiko masa depan anak? Apakah ibu mau tumbuh kembang anak terhambat hanya karena si kecil sakit-sakitan?

Imunisasi atau vaksin merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak, karena menghindarkan anak dari serangan penyakit serta infeksi berbahaya. Dengan memberikan imunisasi lengkap pada bayi, maka kelak mereka akan mempunyai kesempatan bermain, beraktivitas serta belajar tanpa harus terganggu adanya masalah kesehatan.

Kapan Imunisasi harus diberikan?

Imunisasi wajib diberikan setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter anak. Saat ini, pemberian imunisasi semakin mudah prosesnya, yakni dengan memberikan vaksin kombo atau kombinasi yakni penggabungan beberapa virus yang sudah dilemahkan menjadi satu untuk mencegah beberapa penyakit, misalnya imunisasi DPT (Diphteri-Pertussis-Tetanus). Jadi pemberian vaksin cukup melalui satu suntikan saja. Praktis dan ekonomis khan?

Apakah Efek Samping Imunisasi Bagi Bayi?

Umumnya, setelah diberi imunisasi, anak akan mengalami demam ringan, rewel, memerah pada bagian yang disuntik. Kondisi tersebut tidak perlu membuat ibu panik, cukup berikan paracetamol yang sudah diberikan oleh dokter Anda. Kondisi tersebut tidak akan lama dan akan hilang dengan sendirinya, karena itu ibu tidak perlu terlalu takut atau panik. Jadi kesimpulannya, efek samping imunisasi bisa terbilang kecil dibandingkan risiko jika ibu mengabaikan/memilih tidak memberikan imunisasi pada anak.

Jenis Imunisasi Apa Sajakah yang Dibutuhkan Oleh Bayi?

Mungkin beberapa ibu masih belum memahami apa sajakah jenis imunisasi yang penting untuk bayi? Sebenarnya, ada banyak jenis imunisasi yang dibutuhkan oleh bayi, namun sayangnya pemerintah Indonesia baru mampu memberikan subsidi kepada rakyatnya untuk sebagian dari vaksin tersebut, diantaranya : Polio, Hepatitis B, DPT, BCG, Campak, dan yang baru ini Hib.

Ternyata, masih ada beberapa imunisasi yang belum disediakan oleh pemerintah Indonesia, diantaranya : Influenza, Pneumokokus, Hepatitis A, Demam Tifoid, Cacar air, Rotavirus, Kanker Leher Rahim (HPV) MMR, dan Meningitis untuk jemaah haji. Dengan memahami apa manfaat Imunisasi bagi bayi, diharapkan orang tua lebih siaga dalam mengawal tumbuh kembang bayinya. Yuk, konsultasikan kepada dokter Anda, kapan jadwal imunisasi bayi Anda?

Nutrisi Penting Saat Hamil Muda

 

Kehamilan merupakan anugerah terindah untuk pasangan suami istri, untuk itu harus dijaga dan dilindungi dengan baik agar sehat dan selamat hingga proses persalinan. Salah satu cara untuk memastikan kehamilan sehat adalah menjaga asupan nutrisi. Dengan mencukupi asupan nutrisi selama kehamilan, maka impian untuk memiliki bayi sehat, ibu sehat dengan kualitas ASI terbaik setelah proses persalinan akan terwujud.

 

Hem, kira-kira apa sajakah nutrisi penting yang harus diperhatikan saat ibu hamil muda? Nutrisi penting yang harus dipenuhi ibu saat hamil muda agar janin sehat dan ibu hamil juga sehat, antara lain:

1. Asam Folat

Asam folat merupakan nutrisi yang sangat penting dicukupi sebelum kehamilan maupun saat hamil muda, karena dapat mencegah terjadinya cacat otak dan tulang belakang. Asupan asam folat bisa didapatkan dari sumber alami, misalnya : sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan hati. Namun, untuk mencukupi kebutuhan asam folat selama kehamilan, ibu bisa mendapatkannya dari suplemen/vitamin asam folat sesuai rekomendasi dokter.

2.    Kalsium

Kalsium merupakan nutrisi yang wajib dicukupi oleh ibu saat hamil muda, karena sangat mendukung kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Kecukupan kalsium bermanfaat untuk membantu melancarkan sirkulasi darah, memaksimalkan pertumbuhan tulang dan gigi, membantu perkembangan sistem syaraf dan jantung. Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsium selama kehamilan, karena jika tidak mencukupi, maka janin akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu sehingga beresiko terhadap kesehatan ibu hamil itu sendiri.

3. DHA

Docosahexaenoic acid (DHA) atau asam lemak omega 3 termasuk nutrisi penting untuk ibu saat hamil muda. DHA untuk janin dapat membantu perkembangan fungsi otak dan mata janin. Selain itu juga mengurangi risiko kelahiran prematur dan membantu meningkatkan berat badan bayi saat dilahirkan.  DHA untuk ibu hamil bermanfaat mencegah preeklamsia, depresi pasca persalinan dan kanker payudara.

4. Vitamin D

 

Vitamin D sangat penting untuk ibu saat hamil muda, karena berfungsi mengoptimalkan fungsi kalsium dan juga fosfor dalam menguatkan pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan vitamin D saat hamil dapat berisiko menyebabkan kelainan bentuk tulang pada bayi baru lahir dan mempengaruhi berat badan bayi. Vitamin D sangat penting untuk janin untuk membantu sistem imun tubuh,  perkembangan sistem syaraf dan otak. Bagi ibu hamil, Vitamin D berfungsi untuk mengurangi risiko preeklamsia dan diabetes gestasional selama kehamilan.

5.  Zat Besi

 

Kebutuhan zat besi pada ibu hamil akan terus meningkat selama kehamilan, karena penting untuk mendukung pertumbuhan dan diferesiasi sel-sel tubuh janin, pembentukan sel darah merah, dan menjaga sistem imun tubuh. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat menyebabkan kelelahan dan berisiko mengalami anemia.

6. Seng

Seng merupakan bahan utama pembentuk sel tubuh, karena itu selama kehamilan berlangsung, kebutuhannya harus tercukupi. Seng untuk janin berfungsi mambantu meningkatkan perkembangan sel tubuh, meningkatkan sistem imun tubuh, dan mengoptimalkan perkembangan tulang dan otak. Kekurangan seng pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko keguguran, BBLR (berat badan bayi lahir rendah), dan komplikasi kehamilan/persalinan.

7. Yodium

Kebutuhan yodium selama kehamilan harus diperhatikan, karena sangat penting untuk perkembangan sistem syaraf dan otak bayi. Ibu hamil yang kekurangan yodium selama kehamilan akan beresiko mengalami keguguran  dan kelahiran prematur.

 

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk kita semua.